Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Upacara

Siti heran melihat tingkah Karyono sore itu. Mukanya yang tidak terlalu ganteng, bertambah ruwet dengan bentuk bibirnya yang cemberut. Rambutnya yang biasa rapi, tampak sedikit acak-acakan.

“ Ada apa to Pak? Kok, seperti ada yang tidak beres?” tanya Siti membuka percakapan.

“ Wah, kacau. Pokoknya kacau balau semuanya,” jawab Karyono sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya.

“ Lha, kacau balau bagaimana,” Siti semakin heran.

“ Ya, rencana mudik kita Bu,” jawab Karyono. “ Kemarin kan sudah saya ngengreng dengan bagus. E.. gara-gara ini kacau kabeh,” kali ini tangannya menunjuk pada hape yang ada di tangan.

“ Lha, terus apa hubungannya?” Siti belum bisa menghubungkan kedua permasalahan tersebut.” Mosok hape bisa merusak acara,” lanjutnya.

“ Lihat ini Bu! Di WA grup bapak diumumkan bahwa besok Sabtu harus upacara di kantor. Apa tidak blaik? Jelas Karyono panjang lebar.

“ Lha, memangnya hari apa?” Siti mengernyitkan dahinya.

“ Ibu itu, dari tadi lha, lha piye to.?

“ Lha memang tidak tahu kok.”

“ Itu, lha lagi.”

“ Lha, terus harus bagaimana,” Siti tambah bingung.

“ Begini Bu. Besok Sabtu itu, peringatan hari lahirnya Pancasila,” Karyono menjelaskan.

“ O, lha Ibu kan sudah lama enggak sekolah. Urusannya cuman dapur thok,” Siti membela diri.” Anu Pak, terus yang disuruh upacara itu Bapak saja atau sama yang lainnya?”

“ Ya, seluruh pegawai negeri se Indonesia,” jawab Karyono.

“ Lha, lalu apa masalahnya?”

“ Ya, cuman jengkel saja,” jawab Karyono pendek.

“ Bapak sendiri kan pegawai negeri, digaji pemerintah ya sudah tinggal dijalani saja. Selesai,” sahut Siti.

“ Lha rencana mudiknya?”

“ Lho, kita kan mau berangkat hari Senin. Sedangkan hari Minggu Bapak janjian sama pak Wartono mau mengambil burug Murai di luar kota,” kali ini Siti menjawab panjang lebar.

“ O, iya ya,” jawab Karyono meringis. Tangannya mengacak-acak kembali rambutnya. “ Kok, Bapak lupa ya?”

“ Alah, bilang saja malas upacara,” sahut Siti.

“ He..he..., mandi aja ah,” Karyono segera menghilang ke kamar mandi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Untung Mbak Siti istri dengan nasionalisme tinggi...hehhehe.. Renyah, dan menarik Pak...Salam sehat dan sukses. Mo mudik ke mana Pak? Barakallah...

01 Jun
Balas

Lha istri ASN je bu. Saya di Magelang saja. Salam juga.

01 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali