Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Super Karyono

Pagi itu Karyono sudah berada di kolam renang. Rasa kangen untuk berenang sudah tak terbendung lagi. Setelah melakukan sedikit peregangan, Karyono menceburkan diri ke kolam. Berbagai gaya ia lakukan mengitari kolam renang tersebut. Suasana kolam yang cukup ramai tidak terlalu mengganggunya, hingga ia selesai melakukan beberapa putaran.

Merasa sudah cukup, Karyonopun menepi dan duduk di bibir kolam untuk beristirahat. Tiba-tiba byur...terdengar suara di sebelah tempat duduknya. Tampak seorang anak usia 6 tahunan tercebur di kolam dalam di sebelahnya.

“ Tolong...tolong...,” teriak seorang ibu muda, tangannya menunjuk ke tengah kolam.

Spontan semua orangpun berkerumun di tepi kolam tersebut. Teriakan mereka tidak kalah hebohnya dengan si ibu muda tadi. Karyonopun bangkit mendekat ke kerumunan tadi.

Suasana nampak kacau-balau. Tak satupun yang mencoba untuk menolong. Sementara si anak nampak mulai kepayahan. Tetiba, byur...dari kerumunan nampak sesosok tubuh mencebur ke kolam.

“ Ayo Pak, cepat tolong anak saya,” si ibu muda itu berteriak-teriak. “ Cepat Pak!” Suara ibu muda tadi disusul dengan teriakan memberi semangat dari kerumunan tadi. Sementara sosok yang mencebur tadi dengan perlahan mendekat ke si anak tersebut, dengan sigap ditariknya ke tepi kolam.

Melihat pemandangan tersebut, orang-orangpun bersorak. Mereka membantu si anak naik ke daratan dan menarik sang penolong tadi. Begitu sampai di daratan si ibu muda dan kerumunan orang tadi menyalami sang penolong tadi serta mengelu-elukannya. Ternyata sang penolong tadi adalah Karyono.

“ Ya...ya..ya..., sebentar,” sahut Karyono menyambut ucapan terima kasih dari orang-orang.

“ Untung Bapak segera mencebur dan menolongnya. Kalau tidak...,” kata seorang bapak tua pada Karyono.

“ Iya Pak. Terima kasih, telah menyelamatkan anak saya,” kali ini si ibu muda memeluk Karyono saking senangnya.

“ Iya..iya..,” jawab Karyono sambil mendorong dengan pelan si ibu muda tadi. “” Sebentar, saya ngomong dulu,” lanjut Karyono.

Kerumunan orang-orang itupun terdiam. Menunggu apa yang akan dikatakan oleh Karyono.

“ Hayo, tadi siapa yang mendorong saya ke masuk dalam kolam? Hayo,” wajah Karyono nampak memerah sambil tangannya menunjuk ke arah kerumunan orang tadi.

Seketika semua terdiam.

“ O...dasar semprul kabeh, untung saya bisa berenang” umpat Karyono.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ingat teman gara gara tenggelam di tolong Akhirnya jadi istrinya. Hutang nyawa. Katanya pak

11 Jun
Balas

Wah, bisa jadi bahan cerita nih.

11 Jun

Biar tidak sengaja, namun ternyata Karyono malah bisa melakukan kebaikan dengan menolong anak yang nyaris tenggelam. Bersyukurlah, Karyono.

11 Jun
Balas

Nggih pak Edi. Sugeng beraktivitas.

11 Jun

Saya suka alur ceritanya, tidak mudah ditebak cerita yang brilian. Pesannya itu menolong orang top. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat pak Agus

11 Jun
Balas

He..he..saya belajar dari pak Edi Prasetyo.

11 Jun

Hidup Karyonooo.....tadi yang ndotong Yu Jum Pak...xixixxi.. Renyah dan gurih..sehat n sukses Pak Agus.. Barakallah

11 Jun
Balas

Yu Jum yang jualan gudeg di Jogja to? Sehat sukses selalu Bun.

11 Jun

Cerita seger di pagi hari Pak Agus. Sukses selalu dan barakallahu fiik

11 Jun
Balas

Terima kasih Bun, biar semangat.

11 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali