Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Seberapa Yakin Anda dengan KKM

Pada 3 hari ke depan ini kita yang menyandang predikat guru tengah mempunyai hajat besar. Hajat yang akan menentukan anak didik kita dalam sebagian perjalanan hidupnya. Hajat itu dinamakan dengan pengolahan nilai. Dan lebih hebatnya lagi, nilai yang akan kita torehkan akan menentukan stop or go terhadap siswa binaan kita.

Urusan nilai, pasti berkaitan dengan KKM. Sebuah patokan nilai penentu siswa tuntas atau tidak terhadap materi yang kita ajarkan selama satu semester. Nah, KKM inilah yang sering menjadi dilematika bagi setiap guru. Idealisme yang coba dibangun harus berbenturan dengan berbagai kepentingan yang lain. Sehingga tidak jarang justru potret nilai yang tertera di rapor bukan gambaran riil kemampuan siswa, lebih banyak pada angka-angka kompromis.

KKM sendiri sebagai sebuah target sih, sah-sah saja. Asal masih dalam batas kewajaran. Namun ketika sebuah sekolah dengan kategori mutu kelas menengah ke bawah menerapkan KKM yang begitu tinggi, nah ini baru masalah. Karena mau tak mau sang guru dengan tongkat sihirnya harus mengucap mantra abrakadabra untuk mengubah nilai siswa.

Bagi pihak sekolah, penetapan KKM yang tinggi bukannya tanpa alasan. Karena manakala KKM yang diterapkan terlalu rendah, akan menyulitkan para lulusannya untuk bersaing di level berikutnya. Sehingga sudah bukan rahasia lagi jika ada sekolah yang menata nilai sebagian siswa agar mampu bersaing di jenjang berikutnya. Hal inilah yang terkadang belum dapat diterima oleh sebagian guru.

Kondisi semacam ini seakan membenturkan antara pencapaian kualitas atau kuantitas pendidikan yang akan kita prioritaskan. Karena jangan sampai lahir apatisme dari sebagian guru ketika harus menyerahkan nilai yang tidak dikehendakinya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

KKM hendaknya benar-benar dibuat dengan mempertimbangkan berbagai aspek sesuai dengan kondisi sekolah. Dengan demikian, capaian nilai peserta didik nantinya akan benar-benar menggambarkan kemampuannya. Bukankah begitu, Pak Agus? Selamat beraktivitas.

18 Jun
Balas

Nggih Pak, tapi kadang-kadang ya itu politik pencitraan. Sami-sami pak Edi.

18 Jun

Idealnya memang KKM diambil berdasarkan berbagai komponen, sehingga benar-benar bisa menggambarkan keadaan siswa-siswa kita. Semangat para guru, semoga bisa menuntaskan tugasnya dengan baik, dan memberikan nilai yang terbaik tidak hanya sekadar kompromi. Selamat mengolah nilai Pak Agus.. Barakallah

18 Jun
Balas

Terima kasih Pak Agus, berkenan singgah di sekolah kami, Terima kasih gurusiana sudah menambah saudara.Barakallah Pak..

18 Jun

Sama-sama Bun.

18 Jun

Terima kasih Pak Agus, berkenan singgah di sekolah kami, Terima kasih gurusiana sudah menambah saudara.Barakallah Pak..

18 Jun

KKM oh KKM, terkadang jadi dilematis Pak, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

18 Jun
Balas

Dilematis = dilema yang gak habis-habis.

18 Jun

KKM oh KKM, terkadang jadi dilematis Pak, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

18 Jun
Balas

Jadi kesimpulannya bagaimana Pak Agus...

18 Jun
Balas

Sebentar, saya mikir dulu bu Rin.

18 Jun

Itulah perlunya Pendidik memahami

18 Jun
Balas

dan mengenali betul peserta didik yang menjadi tanggungjawab kita. Barakallah sehat selalu

18 Jun

Tapi faham itu sulit Abah. Gimana?

18 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali