Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Sandal

Entah apa yang ada di pikiran Sarmin. Ia duduk di tangga masjid dengan wajah murung. Sementara satu dua jemaah sudah beranjak meninggalkan masjid, dan Sarmin masih disitu.

“ Min, ada sesuatu?” Budi menghampirinya. Ia heran kok Sarmin tidak langsung pulang. Biasanya Sarmin memang paling belakang meninggalkan masjid, tapi tidak terus duduk termenung di tangga masjid.

Sarmin menggelengkan kepalanya. Tapi wajahnya masih nampak kusut.

“ Ada yang hilang?” tanya Budi lagi.

“ Ada,” jawabnya pendek.

“ Sandal?” selidik Budi.

“ Iya,” masih pendek jawaban Sarmin.

“ O, Sandal,” pikir Budi. Dalam benaknya kemudian muncul beberapa pertanyaan. Sarmin di kampong ini termasuk orang yang cukup berada dan dia termasuk kategori orang yang tidak kikir. Namun mengapa hanya karena sandal ia termenung duduk dengan muka kusut. “ Yah, ikhlasin saja.”

“ Tidak bisa Bud.”

Budi tentu saja terkejut mendengar jawaban itu. Tidak biasanya jawaban itu muncul dari mulut Sarmin. Jangan-jangan ia ketempelan demit di belakang masjid. Budipun mulai gelisah, ia celingak-celinguk mencari teman.

“ Terus bagaimana?” Budi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“ Pokoknya aku tidak ikhlas,” sahut Sarmin. “ Aku malah kasihan dengan yang mengambil sandalku,” lanjut Sarmin.

“ Lha kenapa?” Budi bertambah bingung.

“ Kenapa yang diambil sandal yang kanan saja?”

Mata Budipun dengan segera mengamati sepasang sandal jepit warna hijau di dekat Sarmin. Dan ternyata sepasang sandal itu, kiri semua.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pantas saja tak ikhlas hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

15 May
Balas

Sukses juga buat bunda Vivi.

15 May

tulisan yang inspiratif.

15 May
Balas

Baru belajar pak.

15 May

Ngambil sandalnya ngawur ya...gak dilihat dan dirasa. Kdg hidup sprti itu..asal dpt aja.

15 May
Balas

Thank you, ayo mulai nulis.

15 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali