Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya
Poligami Berujung Senyuman

Poligami Berujung Senyuman

Tiada hujan tiada angin, tiba-tiba istriku berbicara tentang poligami. Wah, ada apa ini? Pikirankupun mulai melayang-layang. Apakah sudah ada pencerahan baru? Apa jangan-jangan seperti istrinya mas Mulya yang sudah siap, siap kabur maksudnya (seperti tulisan mas Mulya) kemarin.Kalau benar, berarti aku juga harus siap-siap.

Istriku terus berbicara tentang manfaatnya poligami. Wah, tambah deg-degan. Sambil menikmati sop yang dibuatnya pagi ini, kuikuti terus pembicaraannya. Lauk yang berupa tempe goreng, tiba-tiba berubah menjadi masakan dari chef Juna yang sering muncul di televise. Enak… banget.

Pembicaraanpun terus berlanjut, tangannya mencorat-coret di atas kertas.Wah, jangan-jangan mulai menuliskan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kuperhatikan terus tangan itu, sampai akhirnya berhenti. Ditunjukkan ke hadapanku. Di kertas tersebut tertulis angka 4 x 20 x Rp. 2.000,- =… Lho, Bun ini angka apa? Akupun kebingungan. Dijelaskannya bahwa angka 4 itu menunjukkan jumlah ayam betina yang kumiliki. Angka 20 menunjukkkan 20 hari, sedangkan Rp.2.000,- adalah harga sebutir telur ayam. Oalah…..

Ditengah keterbengonganku, ia melanjutkan. Seandainya 80 telur tadi dierami, maka dalam 21 hari kita akan mendapatkan 80 anak ayam. Bagaimana Pak?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantaps analoginya Pak, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

05 May
Balas

Makasih bunda Pipik. Sukses juga untuk bunda.

05 May

Satu kandang empat betina satu. Jantan kok bisa akur ya. Coba empat betina dua jantan pasti tak pernah tentram. Barakallah Pak Siswanto sehat selalu.

05 May
Balas

Abah bisa aja. Salam sehat juga Abah.

05 May

Hehehe...deg degan berujung senang ya Pak

05 May
Balas

Bun, bisa jadi tabungan lebaran nanti. Salam.

05 May

Hadeuuuuh masa kita disamakan dengan ayam? He...he...he... sukses pak Agus, barakallah

05 May
Balas

Don't baper. Salam juga bu Noor.

05 May

Waduuuh saya kira istri pak agus beneran ngizinin bapak poligami....,eee nyatanya pak agus diberi harapan aja....alhamdulillah.

07 May
Balas

He..he...PHP ceritanya. Makasih sudah mampir. Salam kenal dari Magelang.

07 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali