Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya
Pemberani atau Nekat?

Pemberani atau Nekat?

Predikat apa yang patut kita sematkan pada orang pada gambar di atas? Pemberanikah dia, atau kategori orang nekad? Saya yakin predikat nekadlah yang pantas kita berikan.

Pemandangan semacam ini, saat ini bukanlah hal yang aneh. Alasan efisiensi yang terkadang dikedepankan tidak mrmikirkan aspek keselamatan. Keselamatan bagi dirinya, maupun bagi orang lain. Dalam kondisi semacam itu, pengendara pasti tidak bisa melihat situasi di belakang dengan menggunakan spion. Sehingga ketika ia belok seakan semaunya. Pengendara lainlah yang diharuskan memaklumi. Giliran ia mendapatkan celaka, dengan enak melemparkan kesalahan. Payah tidak?

Akhirnya semua kembali pada kita. Janganlah kita menjadi penyebab hilangnya nyawa seseorang hanya karena kesembronoan kita.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Uji nyali.. Yes!

06 Jul
Balas

O iya, bener pak Tanto.

06 Jul

Hhhh.... Mungkin orang tersebut sengaja menguji kesabaran pengguna jalan lainnya ya, Pak Agus. Sabar saja saat menjumpai pengendara semacam itu.

06 Jul
Balas

Berarti dua termasuk golongan penngoda ya Pak?

06 Jul

Nekad itu jurus sukses saat kepepet.

06 Jul
Balas

Yang bener pak Sopyan? He...he..

06 Jul

Pelajaran berharga di jalanan. Barakallah Pak Agus

06 Jul
Balas

Ya Bunda, terima kasih kunjungannya.

06 Jul

Wah, itu bisa membahayakan Pak. Tapi mungkin sudah biasa yah, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

06 Jul
Balas

Kalau sudah biasa, berarti tidak berbahaya ya Bun? He...he... Sehat selalu Bun.

06 Jul

Jangan berbuat salah dan jangan menyalahkan orang lain. Di tempat kami kayu glondongan dan buah kelapa sawit berpapadan pun kita takut. Barakallah Mas Siswanto selalu sehat

06 Jul
Balas

berpapasan

06 Jul

Wah berarti lebih "sangar" di tempat Abah ya. Sehat selalu Abah berdua.

06 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali