Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya
OTT

OTT

Di usiaku yang sudah melewati angka 50, masih ada materi pelajaran SD yang masih tersimpan baik dalam file otakku. Aku tidak tahu, karena hebatnya daya ingatku atau hebatnya bapak/ ibu guru SD ku dulu. Namun aku yakin pasti karena bapak dan ibu guru SD ku tercinta.

Materi tersebut adalah materi pelajaran IPA,tentang rantai makanan. Penjelasan yang luar biasa, dengan contoh-contoh nyata di sekitar kita membuatku seakan tersihir. Dan aku yakin bapak dan ibu guruku tidak pernah pusing dengan model pembelajaran apa yang digunakan. Yang penting, materi tersampaikan dan anak dapat mengerti. Simpel banget, tidak seperti guru jaman now.

Tapi beberapa hari ini,keyakinan akan teori rantai makanan tersebut agak terganggu. Muncul rasa bimbang dalam hatiku tentang kebenaran teori tersebut. Kebimbangan ini bermula saat aku mulai memelihara kucing. Tujuanku satu, menugaskannya untuk melakukan OTT (Operasi Tumpas Tuntas).Target operasi jelas,kawanan tikus yang mulai mengganggu stabilitas di rumahku.

Setelah berjalan 3 hari, ternyata hasilnya nol. Penegak hukum yang kusiapkan tidak segera melakukan aksinya. Kupikir mungkin masih menyiapkan strategi yang tepat sambil mengumpulkan berbagai informasi. Jatah makanan tetap kuberikan dengan penuh untuk menjaga stamina manakala harus melakukan operasi penumpasan. Hari ke 5 masih belum ada action, wah something wrong nih pikirku. Karena kawanan tikus tetap melakukan kegiatan yang merajalela di rumah ini.

Akhirnya pada hari ke 6, secara tak sengaja aku menangkap salah satu perusuh lewat jebakan yang kupasang. Secara iseng, kubawa jebakan tadi ke dalam ruangan tertutup. Kemudian sang kucingpun kubawa masuk ke ruangan tadi. Pikirku akan kuuji naluri tempurnya. Setelah semua siap di dalam ruangan tertutup tadi, kulepaskan sang perusuh tadi dari jebakan.Harapanku sang kucing akan beraksi mengejar,menangkap dan mencabik-cabiknya. E…lhadalah, terkejut aku jadinya.Waow, yang lari malahan kucingnya. Dia justru terbirit-birit menghindari sang tikus. Wadauw!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hehehe... Kucingnya sudah tidak doyan tikus apa ya, Pak? Apa karena kucingnya terpesona dengan kedipan mata tikus?

11 May
Balas

Musuh tikus genit, mana kuat. Matur nuwun pak Edi kunjungannya.

11 May

Masya Allah, tulisan renyah dan menggelitik. Dimulai dari judul yang bikin orang greget, lalu prolog asyik tentang masa SD, kemudian pengamatan jitu dan akhirnya mengecewakan tuh si Kucing, hehehe. Kisah yang nonjok banget Pak tentang kondisi zaman sekarang, mantaps. Sukses selalu dan barakallahu fiik

11 May
Balas

Nuwun Bun, jadi tersanjung. Jadi gak bisa tidur nih nanti malam gegara dipuji. Salam bahagia buat bunda Vivi sekeluarga!

11 May

Waktu kecil kami tangkap tikus kami gantungkan krincingan. Betul Pak kucingnya lari terbirit-birit. Barakallah sehat selalu

11 May
Balas

Sama dong, itu takut karena krincingannya Abah. Salam sehat juga buat Abah.

11 May

Hahaha...ada aksi eksperiment kucing dan tikus ternyata. Itulah kucing zaman now Pak. Hehehe...(bikin ketawa saja Pak)

11 May
Balas

Kucingnya kemayu.

11 May

Persis Tom n Jerry... kucing selalu kalah dengan tikus .. hi... hi... hi... salam literasi

11 May
Balas

Tikusnya sepertinya langganan TV kabel film kartun. Salam literasi juga.

11 May

Itu kucing beneran ato kucing mainan ya....kok takut ma tikus..?

11 May
Balas

Kucinge bu Sukma. Terima kasih dah mampir.

11 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali