Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Korban PPDB Zonasi

Penerapan PPDB Zonasi tahun merambah di semua jenjang pendidikan. Bagi jenjang SMA sudah cukup mengenal karena sudah tahub ketiga. Namun bagi jenjang TK hingga SMP mendatangkan kepanikkan di kalangan orang tua maupun calon siswa.

Penentuan kuota minimal 90% bagi calon siswa dalam zona 1 menjadi momok yang menakutkan. Terutama bagi calon siswa yang bertempat tinggal dari sekolah idaman. Peluang mereka jelas sangat kecil. Sementara sekolah yang terdekat termasuk dalam kategori kurang bagus dalam kualitas. Kalaupun harus bersaing di sekolah idaman dengan jalur prestasipun, hanya menyisakan kuota 5%. Inipun bukan jaminan, karena jika calon siswa dari zoba 1 lebih dari 90% bisa menggusur jatah ini.

Permasalahan menarik justru dari anak temanku. Secara prestasi akademik anak ini bagus. Namun ia harus masuk di sekolah swasta, karena terlempar dari beberapa sekolah negeri. Usut punya usut, ternyata rumah tempat tinggalnya berada di jarak yang tanggung. Dalam artian jika diukur dari jarak sekolah terdekat ia kalah semuanya. Sehingga menjadi sesuatu yang aneh, anak yang punya prestasi akademik lumayan bagus harus terombang-ambing oleh aturan. Di sisi lain, anak dengan prestasi pas-pasan bisa duduk manis, hanya karena bertempat tinggal dekat sekolah.

Yah, namanya aturan. Selalu saja ada yang diuntungkan dan dirugikan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Itulah salah persoalan pelik yang terjadi pada PPDB sistem zonasi, Pak. Semoga pihak berwenang segera bisa mengevaluasi.

29 May
Balas

Ya pak. Kita tunggu saja.

29 May

Sesuatu yang baru selalu datangkan rasa baru, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

29 May
Balas

Ya begitulah.

29 May

Mungkin tidak hanya siswa yang bingung. Sekolah yang terbiasa memperoleh intake bagus dari lintas wilayah juga akan meradang. Terlebih, bila lingkungan sekolah favorit terletak di lingkungan yang mayoritas dukungan pendidikan orangtua rendah.

30 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali