Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Komentar, Lambang Kehangatan

Aku sering heran ketika menjelajah di belantara Gurusiana. Kutemukan beberapa lapak dengan kondisi tidak lengkap. Sang tamu, yang sudah mengetuk pintu, dibiarkan duduk sendiri. Menghadapi meja kosong tanpa hidangan, sementara si empunya rumah tak tahu kemana.

Semula aku pernah jengkel, namun kupupus dan kusimpan rasa itu dalam-dalam. Aku berkhuznudzon, barangkali si empunya rumah sedang ada keperluan yang lebih penting. Tapi kali lain, muncul sudzonku. Kok nggak pulang-pulang?

Setelah merenung lagi, bening lagi hatiku. Mungkin, mereka belum tahu cara bermain di Gurusiana. Karena terkadang ada tamu yang berkunjung ke lapak kita. Lha kalau tidak pernah ditengok, kasihan tamu kita. Bisa-bisa nanti menyanyikan lagunya almarhum Meggi Z, teganya...teganya...teganya.

(Sebuah pengalaman pribadi pernah menterlantarkan tamu. Terima kasih Abah Sukri)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Aku selalu menjadi tamu yang terlambat...he..he..dibukakan pintu gak ya?

07 May
Balas

Glodag! Sudah terbuka Bun!

07 May

Lah ini, saya sedang bertamu, Pak Agusnya di mana yah, nih susah nunggu 4 orang, belum dikasih minum, hehehe. Terkadang kesibukan yang sedang padat, atau karena baru, jadi belum terbiasa menerima tamu, pasalnya masih belum hapal,ruangannya Pak. Sukses selalu dan barakallahu fiik

07 May
Balas

Maaf, barusan ketiduran. Semalam nonton bola. Salam bahagia Bun, kapan main ke Borobudur, mampir.

07 May

He...he ..tuan rumahnya lagi sibuk membuat kolak Pak Agus....

07 May
Balas

Nih dah nongol, hallo Kebumen. Terima kasih dah nengok.

07 May

Eh...ada yang mewakili hati yang tak mampu ungkap. Kalau saya mikirnya mungkin tak tahu caranya. Kalau tahu pasti lagunya Meggy Z. Yang dilantunkan. Hehe...Barakallah Pak

07 May
Balas

He...he...sate kerbaunya dibawa enggak ya? Tadi kalau lewat Magelang bisa saya hadang. Salam tuk Bunda juga.

07 May

Haha...sayangnya lewat tol bawen-salatiga Pak. Hihi

07 May

Pantes, nggak kelihatan. He...he...

07 May

Hehehe, menyindir secara halus, pengemasan kata yang apik, semoga selalu sehat ya Pak, Barakallahu

07 May
Balas

Bukannya menyindir, kata Abah Syukri sesama warga wajib saling mengingatkan. Terima kasih Bun, sudah mampir. Salam kembali dari kami.

07 May

Terima kasih sudah mengingatkan Pak. Semoga kita bisa memuliakan tamu di Gurusiana tercinta ini. Sukses selalu Pak. Barakallah

07 May
Balas

Sama-sama, Bun!

07 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali