Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Karyono Mudik

Tradisi mudik yang dijalani Karyono berbeda untuk tahun ini. Biasanya ia cukup berboncengan sepeda dengan Siti. Sedangkan kedua anakny berboncengan dengan sepeda yang lain.

Tapi kali ini Karyono punya ide yang lain. Ia ingin mudik menggunakan angkutan umum.

" Bu, kok kali ini aku pingin mudik pakai angkutan umum ya," Karyono membuka percakapan.

" Alah, gak usah aneh-aneh," sahut Siti.

" Lho, piye to? Naik angkutan umum kok aneh-aneh. Kalau mudik jalan kaki baru aneh," Karyono mulai ngeyel.

" Apalagi kalau merangkak," Siti mulai jengkel.

" He...he...ada-ada saja," Karyono malah terkekeh-kekeh. Mungkin dia membayangkan kalau jarak 70 km ke kampungnya ditempuh dengan merangkak.

" Lha, terus aku bagaimana?" tanya Siti.

" Gampang. Kamu bersepeda dengan anak-anak. Yang penting ngati-ati. Nanti kita bertemu di TKP. Oke?" lagak Karyono kayak anak jaman sekarang.

" Terserah," jawab Siti pendek.

Akhirnya niatan Karyono terlaksana juga. Setelah anak dan istrinya meninggalkan rumah, Karyonopun bergegas untuk berkemas. Celana jeans sengaja dipilih dipadu dengan baju kotak-kotak. Biar mboys seperti cowboy di film-film western. Tas kecil terselempang di pinggang. Tak lupa topi yang dibelinya kemarin 100 ribu nangkring di kepalanya. " Sip," ucapnya sambil berdiri di depan cermin.

Setelah dirasa cukup semuanya, Karyonopun meluncur ke jalan raya mencari angkutan kota. Awalnya sih kelihatan bingung, masalahnya kesehariannya lebih banyak menggunakan sepeda motor. Akhirnya setelah beberapa saat, dengan menggunakan angkutan kota no 4 ia meluncur ke terminal bis.

" Pak, ongkos Pak!" tiba-tiba suara kernet angkot mengejutkannya.

Kontan Karyono mengulurkan uang kertas 2 ribuan pada kernet tersebut. Dan pandangannya kembali mengarah ke jendela angkot.

" Kurang Pak!" suara kernet itu mengejutkannya lagi.

" Lha, kan 2 ribu," sahut Karyono.

" Itu untuk tarif pelajar. Bapak emang sekolah di SD mana," jawab kernet sinis.

Kontan muka Karyono merah padam. Dengan menahan malu dikeluarkannya yang seratus ribuan. " Nih," disorongkannya uang itu dengan setengah jengkel.

" Enggak ada kembaliannya pak."

" Lho, kamu ini bagaimana? Kernet kok tidak siap kembalian," ganti Karyono membalas dengan ketus. " Kalau tidak ada, ya yang ini saja," disorongkannya uang dua ribuan tadi.

Akhirnya dengan bersungut-sungut sang kernet merogoh kantong celananya. Beberapa saat kemudian terkumpul beberapa uang kumal, lalu disorongkan pada Karyono. " Nih! Adanya uang beginian."

" Semprul," umpat Karyono ketika menerima segepok uang tadi. Dengan bersungut-sungut dimasukkannya ke tas kecil di pinggangnya.

Sesampai di terminal, Karyono harus celingak-celinguk dulu. Maklum selama ini ia tidak pernah menginjak terminal sama sekali. " Mas, bis jurusan Semarang yang mana ya," tanya Karyono pada penjual asongan.

" Sebelah sana Pak," jawab si penjual menunjuk ke Utara.

" Nuwun ya Mas," dengan mantap Karyonopun berjalan ke arah yang ditunjuk penjual tersebut. Dengan langkah tegap ia menuju sebuah bis berwarna biru di pojok terminal. " Nah, kebetulan masih kosong," gumamnya. Dan dengan mantap dinaikinya tangga bus, dan dipilih tempat di belakang sopir

Suasana siang yang cukup panas membuat semua orang kegerahan. Namun di bus tersebut terasa lega, karena hanya Karyono di dalamnya. Suasana inilah yang membuat Karyono terkantuk-kantuk. Apalagi sahur tadi bangunnya agak kemalaman, sehingga sampai saat ini ia belum sempat tidur sama sekali. Akhirnya, tertidurlah Karyono di jok tersebut. Suara dengkurnya yang halus, menandakan bahwa ia tertidur dengan nyenyak.

" Pak, bangun Pak," terdengar suara parau membangunkan Karyono.

" Lha, sudah sampai di Semarang to?," sahut Karyono sambil mengusap mukanya. " Kok cepet ya." Ia bangkit beranjak mau turun dari bus.

" Lha Bapak mau kemana?" tanya si pemilik suara parau tadi.

" Ya turun to. Kan sudah sampai," jawab Karyono dengan mantap.

" Bapak memang mau kenana?"

" Semarang."

" Ini masih Magelang Pak."

" Lho, maksudnya?" Karyono mulai bingung.

" Bapak sedari tadi tidur di bis ini," jelas si pemilik suara parau tadi.

" Apa salahnya?" Karyono makin bingung.

" Bis ini rusak Pak. Sekarang baru mau diderek ke garasi."

"Oalah... Jadi...," Karyonopun menggaruk-garuk kepalanya yang mendadak gatal.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hehehe... Karyono, Karyono. Kalau naik bus lihat-lihat dulu ya.

07 Jun
Balas

He..he..kurang piknik pak Edi.

07 Jun

Coba kalau ada Siti....hehehee Sukses selalu Pak Agus

07 Jun
Balas

Untung gak ada Siti. Terima kasih Bu.

07 Jun

Cerita yang bikin perut mules, biasa aja si Pak Agus nih. Sukses selalu dan barakallahu fiik

07 Jun
Balas

Makasih Bun.

07 Jun

Karyono sama kernetnya sama-sama bengalnya. jadi enak cerinya. Barakallah Saudaraku sehat selalu

09 Jun
Balas

Aamiin Abah.

09 Jun

Hhhhhhhh Itulah sebuah perjlnan yg hrs dilalui dan itu bisa terjdi pd siapa saja, Salam silaturohmi

08 Jun
Balas

Salam kembali, terima kasih sudah mampir.

08 Jun

Karyono...karyono...isin aku. Untung bukan Suparyono... "Sukses mudik Pak "

08 Jun
Balas

Wk...wk...

08 Jun

Jane Karyono nggak pengin pulang Dalam perbincangan hangat tentang mudiknya Karyono yg heboh....perlu diklarifikasi ke nara sumber utama . Menurut Ki Supar ..jane Karyono nggak mau pulang. Jadi mudiknya kepekso. Ketika ditanya kenapa Karono akhirnya mudik ? Kata ki Supar dengan serius...kalau Karyono Hanya kepengin menikmati

08 Jun
Balas

Besok aku langsung ke sumber primer bae, biar enggak bias. He...he...

08 Jun

Jane Karyono nggak pengin pulang Dalam perbincangan hangat tentang mudiknya Karyono yg heboh....perlu diklarifikasi ke nara sumber utama . Menurut Ki Supar ..jane Karyono nggak mau pulang. Jadi mudiknya kepekso. Ketika ditanya kenapa Karono akhirnya mudik ? Kata ki Supar dengan serius...kalau Karyono Hanya kepengin menikmati Nastar produkk Ki Supar. Itu kata Karyono dengan Tulus

08 Jun
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali