Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Karyono dan Teh Panas

Pada liburan tahun lalu, Karyono sekeluarga menghabiskan waktu di ibukota. Kebetulan adiknya yang di Tangerang sedang punya hajat. Jadi sekali merengkuh dayung, dua acara terlampaui. Kondangan dan piknik.

Setelah menempuh perjalanan semalam, bis yang mereka tumpangi masuk ke terminal. Suasana ibukota yang super sibuk segera menyergap mereka.

“ Pak, lapar,” Wartono meringis memegang perutnya.

“ Kemarin kan sudah makan,” jawab Karyono.

“ Kan kemarin. Lagi pula tadi malam Bapak bilang besok saja makannya,” sahut Wartono. Memang saat bis singgah di rumah makan, Karyono menginstruksikan istri dan anaknya tidak usah jajan. Sehingga mereka hanya sempat sholat Isya dan minum teh hangat.

“ Ya sudah. Ayo!” Karyono mengalah. Mereka berempatpun berjalan menuju warung terdekat.

Sesampai di warung, mereka mengambil meja di pojok. Dengan berlagak boss, Karyono memanggil pelayan warung tersebut.

“ Ya Pak,” pelayan warung bergegas menemui Karyono.

“ Kalau nasi rames lauk ayam goreng berapa?” tanya Karyono. Karyono sengaja bertanya, ia takut kena harga mahal seperti yang dilihatnya di televisi.

“ Dua puluh ribu Pak.”

“ Oke. Empat ya!” perintah Karyono setelah terdiam sejenak. “ Standar kok harganya,” Karyono berbisik pada Siti.

“ Minumnya Pak?” tanya pelayan sebelum meninggalkan Karyono.

“ Kalau teh berapa,” tanyanya penuh selidik.

“ Teh hangat 4 ribu, kalau dingin 5 ribu.”

“ Ok, teh hangat 4 juga,” jawab Karyono tanpa minta persetujuan istri dan anaknya.

Akhirnya setelah pesanan datang, mereka makan dengan lahapnya. Maklum perut mereka bertemu nasi kemarin jam 4 sore. Maka dengan cepat isi piring tersebut berpindah ke perut.

“ Ayo cepat dihabiskan tehnya!” perintah Karyono pada anak dan istrinya.

“ Panas Pak,” Siti protes.

“ Ya jelas panas,” sahut Karyono. “ Tapi cepat habiskan. Mumpung masih panas.”

“ Memangnya kenapa to Pak?” kali ini Wartini yang mengajukan pertanyaan.

“ Pokoknya cepat habiskan. Titik,” perintah Karyono.

“ Aneh Bapakmu ini,” Siti menggerutu sambil meniupi teh panasnya.

“ Tahu enggak? Kenapa Bapak perintah segera diminum?”

“ Enggak,” serempak keempatnya menjawab.

“ Kalau sudah dingin, nanti harganya naik,” jelas Karyono.

Mendengar penjelasan Karyono, Siti dan kedua anaknya tertawa terbahak-bahak. “ Ealah, Bapakmu-bapakmu,” kata Siti sambil terkekeh-kekeh.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hhhh... Maklum Karyono ya, Pak? Sukses selalu, Pak Agus.

17 Jun
Balas

Salam ugi pak Edi.

17 Jun

He...he...lucu Pak

17 Jun
Balas

Trims atas kunjungannya ke toko kami.

17 Jun

Huaaaa....lucu Pak...kereeeen...wkwkwkwkwk...Karyono emang oye...

17 Jun
Balas

Oye juga buat bunda Lupi.

17 Jun

Karyono...karyono....gak kebayang anak dan istrinya minum teh yang masih panas....sukses selalu Pak Agus. Barakallah

17 Jun
Balas

Salam juga bu Desi.

17 Jun

Wah Pak Karyono ini senang bergurau yah, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

17 Jun
Balas

Terima kasih Bun.

17 Jun

Duh...Pak Karyono...Salam tabok Pak..hi..hi...

17 Jun
Balas

Balas tabok Bu Rini.

17 Jun

kalau sudah dingin jadi lima ribu ya Mas. Barakallah sehat selalu.

17 Jun
Balas

Ya Abah. Sehat dan bahagka juga buat Abah.

17 Jun

Bahagianya istri pak Karyono krn selalu dibuat tergelak oleh tingkah pak Karyono walau kadang pasti bikin pengen nimpuk jg...hehehe...Salam pak

17 Jun
Balas

Terima kasih bu Karla atas kunjungannya

18 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali