Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Heboh, Impor Guru

Pada beberapa tulisan di Gurusiana beberapa hari berisi tentang kabar impor guru. Dan dapat dipastikan yang paling duluan tersengat ya, guru-guru. Mosok para petani. Isi tulisan semua serempak melambaikan tangan and say together, No!

Sikap ini memang sikap yang harus kita pegang. Kita masih mampu, masih kuat dan masih punya harga diri. Nasib anak bangsa ini ya, di tangan kita para guru. Dengan garis tebal di bawahnya guru Indonesia.

Namun di sisi lain, ada hal yang nampaknya perlu kita prihatinkan. Begitu mudahnya seorang petinggi negara menyampaikan hal ini dalam satu acara di televisi. Sebagai petinggi, harusnya selalu ingat bahwa setiap ucapannya berimplikasi luas. Walaupun hanya disampaikan secara lisan, namun perlu diingat hal itu bisa menjadi topan badai bagi kalangan luas. Akhinya, semoga semua itu hanya keceplosan ngomong dari sang petinggi.

Buat teman-teman seperjuangan, tunjukkan bahwa kita sanggup memikul tanggung jawab untuk membina anak bangsa. Jadikan ucapan sang petinggi tantangan buat kita.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semangat guru... buktikan kita bisa

12 May
Balas

Nggih bu. Terima kasih, sudah mampir di lapak saya. Barakallahu fiik.

12 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali