Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya
Gara-gara Gurusiana

Gara-gara Gurusiana

Gara-gara Gurusianalah sekarang aku menjadi begini. Hidupku yang semula mengalir anteng, mendadak berubah. Kalau kata orang pintar menjadi penuh dinamika. Itu istilah mereka, tapi bagiku lain lagi. Bukan hanya penuh dinamika, namun juga penuh gejolak, pokoknya jadi berwarna-warni.

Kok aku menyalahkan Gurusiana, yah harus dong. Bagaimana tidak, Gurusiana menjadi candu yang membuatku addict (ketagihan) berat. Lha, bagaimana setiap hari aku menjadi seakan ada hutang jika belum patroli siber di Gurusiana. Dan ini pasti dialami juga oleh teman-teman yang menceburkan diri ke Gurusiana. He…he…hayo ngaku saja!

Tapi setelah berjalan hampir sebulan menceburkan diri di lautan Gurusiana, ternyata justru ketagihan ini berujung positif. Buktinya, nih seperti yang di bawah ini:

1. Menambah ketrampilan dalam menulis, seperti yang sering disampaikan oleh para Gurusianer senior pokoknya menulis terus. Orang bilang practices make perfect.

2. Banyak teman baru yang kutemukan. Dan ajaibnya mereka datang dari seantero Nusantara. Mulai dari Aceh hingga Papua, luar biasa. Meskipun belum pernah kopdar tapi rasa kedekatan ini terasa banget lewat sapa dan salam.

3. Menambah kepercayaan diri, manakala tulisanku ada yang membacanya. Apalagi ada yang memberikan komentar. Perasaan melambung, serasa sudah menjadi penulis hebat.

4. Melatih kesabaran dan introspeksi saat tulisanku tidak begitu mendapat respon atau ada sedikit saran.

5. Membangun empati, dengan memberikan komentar pada rekan Gurusiana yang lain.

6. Melahirkan rasa iri pada para Gurusianer senior yang sudah lama berkibar. Iri dalam artian positif, pingin mencapai level seperti mereka, tentu saja dengan kerja…kerja dan kerja…

7. Mendapatkan berbagai nasihat, tips-tips, wawasan baru dan tentunya hiburan yang lain

8. Dan masih banyak…lagi.

Yah,itulah semuanya yang kudapatkan dari Gurusiana. Sekali lagi, semua gara-gara Gurusiana.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Benar sekali pak Agus. Semenjak bergabung dg gurusiana semuanya menjadi berubah. Tentunya berubah ke hal yg positif. Sprt: kawan bertambah, pola pikir lebih tearah, dan tambah ketagihan untuk menulis.

19 Apr
Balas

Itu yang saya rasakan lho. Kalau Bunda Noer mungkin lebih lagi. Salam sehat selalu.

19 Apr

Saya sudah sejak lama terjangkiti virus gurusiana pak Agus. Terus menulis, hal positif perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Sehat, bahagaia, dan sukses selalu. Barakallah

19 Apr
Balas

Ternyata virus ini sudah merambah di seantero Nusantara ya. Wah...hebat. Salam juga mas Mulya.

19 Apr

Berdasarkan gejala tersebut, diagnosa mengatakan "Anda, positif terinfeksi virus gurusiana. Stadium tinggi." Obatnya: "Menulis setiap hari." Salam literasi. Salam bahagia, sehat, dan sukses selalu. Barakallah, Pak Guru.

19 Apr
Balas

Wkk...wk...Bunda berubah menjadi dokter nih. Lha, obatnya kok enggak pait ya? Salam kembali Bunda.

19 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali