Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya

Bulan Syawal adalah Awal

Bulan Ramadhan, baru beberapa hari kita tinggalkan. Bulan Syawal yang saat ini tengah kita jalani, dapat diibaratkan sebagai bulan kemenangan. Kemenangan kita karena telah melalui bulan Ramadhan yang dipenuhi berbagai ujian bagi umat-umat beriman. Jikapun ada mereka menganggap ini sebagai kemenangan, namun ia tidak menjalani apa yang diperintahkan dalam bulan Ramadhan, biarlah. Semua kembali pada diri pribadi masing-masing.

Sebagian orang mengatakan bulan Syawal sebagai Lebaran. Istilah yang berasal dari bahasa Jawa berasal dari kata dasar lêbar, yang mempunyai arti sudah selesai. Sehingga secara sederhana dapat diartikan telah selesai dalam menjalankan puasa. Dan bulan Syawal sebagai bulan perayaan.

Pendapat semacam ini sah-sah saja, dan tidak ada yang salah. Namun jika kita cermati, justru bulan Syawal bukanlah akhir dari serangkaian ujian seperti yang ada di bulan Ramadhan. Bulan Syawal justru merupakan awal. Awal bagi siapapun untuk menerapkan apa yang kita dapatkan selama bulan Ramadhan. Bentuk ketaqwaan yang hakiki pada Allah SWT justru akan teruji mulai bulan Syawal ini. Jiwa Ramadhan seharusnya membekas di sanubari kita yang terimplementasikan dalam ibadah maupun perilaku kita. Sehingga akan terjadi keseimbangan antara habluminnallah dan habluminannas paa diri kita.

Bukankah selama bulan Ramadhan ini yang kita dapatkan:

1. Qiyamullail kita terjaga dengan sangat baik

2. Tadarus Qur’an begitu merdu terlantun melalui kedua bibir kita

3. Uluran tangan berupa sadaqah begitu ringan mengayun pada siapapun

4. Perilaku kita begitu terjaga

5. Tutur kata kita terjaga dalam memilih kata

6. Sikap tawaduq kita kentara

7. Amarah kita selalu terkendali

Pertanyaan yang muncul kemudian, adakah bulan Syawal ini akan menjadi momentum perubahan dari diri pribadi kita?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga setiap orang yang benar-benar beriman akan bisa seperti itu, Pak Agus.

07 Jun
Balas

Aamiin pak Edi, dan kita semoga ternasuk dalam himpunan itu.

07 Jun

Tulisan yang sangat kritis dan telah mengingatkan makna fitri sebagai awalan. Awal untuk menjadi yang lebih baik pasca prestasi spiritual selama ramadan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

07 Jun
Balas

Paparan luar biasa mengingatkan. Lebaran bagi saya mah, badan jadi lebih lebar, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

07 Jun
Balas

Wah bunda bikin jadi melayang ke langit-langit. He..he.. Kalau masalah lebaran yang seperti mah milik semua ibu-ibu tentunya. Barakallah.

07 Jun

Semoga kita tetap konsisten dengan amalan-amalan dan perbuatan baik selama ramadhan. Terimakasih atas pengingatnya, sukses selalu.

07 Jun
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali