Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya
Apa Tidak Sebaiknya Pilpres 2019 Dimajukan?

Apa Tidak Sebaiknya Pilpres 2019 Dimajukan?

Kemarin hp kesayanganku mendapatkan kiriman berita yang membuatku geleng-geleng kepala. Masalahnya postingan yang muncul adalah kabar perhitungan suara Pilpres 2019 yang di luar negeri. Dan kabar tersebut memenangkan salah satu paslon. Dan hebatnya kabar itu kuterima dari 4 grup WA.

Biuh, Pilpres-pilpres membuat setiap orang menjungkirbalikkan logika. Parahnya lagi postingan tersebut mencantumkan link berita yang dijadikan sumber. Dan yang lebih parah lagi ketika link tersebut dibuka sama sekali tidak menyinggung hasil perhitungan. Alamak, apa-apaan ini.

Penjungkirbalikkan logika ini ternyata tidak berhenti sampai disini. Ketika muncul komentar dari anggota grup tersebut, masya Allah menambah puyeng kepalaku. Hampir sebagian besar menyambut gembira, mengucap syukur, saling bebagi kebahagiaaan tanpa mau membuka link yang ditampilkan. Biuh…biuh…benar-benar meninggalkan logika..

Penjungkirbalikkan logika ini ternyata muncul dari kedua kontestan. berbagai narasi, diksi-diksi, klaim kemenangan memenuhi ruang dengar kita. Sehingga tak heran jika menambah panas suhu udara yang sudah panas ini. Seakan Pilpres adalah akhir dari segalanya. Seakan esok sudah tidak ada kehidupan lagi.

Efek lain yang lebih buruk adalah justru justru bibit pertentangan di kalangan masyarakat. Bahkan kejadian menarik terjadi di Sulawesi beberapa bulan yang lalu. Hanya karena perbedaan pilihan,mayat yang telah sekianlama tertanam di liang kubur harus dipindahkan, kasihan.

Mungkin tidak ya jadwal Pilpres 2019 dimajukan? Biar kedamaian muncul lagi di bumi ini. Biar tidak ada lagi debat antar sahabat. Biar tawa ceria lepas leluasa dari mulut kita. Biar kita tidak saling curiga antar kawan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Itulah dinamikannya pemilu di Indonesia, para pendukungnya kreatif melakukan banyak cara untuk memenangkan paslonnya. Padahal zaman now apapun bisa menjadi viral. Sangat menginspirasi. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

11 Apr
Balas

Yang penting jangan putus persaudaraan.

11 Apr

Begitulah politik Pak. Ups ketika lihat gambar di atas, saya kira tulisan saya, tp judulnya beda, hehehe. Sukses selalu dan barakallah fiik

11 Apr
Balas

Wah, yah dipersori sama chasingnya. Salam bahagia juga Bun.

11 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali