Agus Siswanto

Alumni D 3 Pendidikan Sejarah IKIPN Yogyakarta tahun 1988, pernah mengajar di Baucau Timor Timur (1989 - 1999). Kini mengajar di SMAN 5 Magelang, hobby olah rag...

Selengkapnya
Ada Merlion di Candi Ngawen Magelang

Ada Merlion di Candi Ngawen Magelang

Candi Ngawen tidak seterkenal candi Borobudur maupun candi Prambanan. Candi yang merupakan tempat peribadatan bagi agama Budha ini terletak agak di pedalaman, tepatnya di desa Gunung Pring, Muntilan, kabupaten Magelang. Petunjuk penting yang menyatakan bahwa candi Ngawen merupakan candi umat agama Budha terllihat dari penemuan arca Budha setinggi manusia dalam posisi duduk bersemedi. Hanya saja patut disayangkan arca ini dalam kondisi tanpa kepala, karena dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Keunikkan candi Ngawen terletak pada 4 arca singa di ke 4 sudut candi utama. Perlu diketahui bahwa candi Ngawen berupa komplek yang terdiri dari 5 candi. Bentuk arca singa hampir mirip dengan lambang negara Singapura yang disebut dengan merlion. Namun arca singa di candi Ngawen jauh lebih unik dibanding merlion. Karena singa jantan di candi Ngawen tersebut dalam keadaan berdiri dengan menunjukkan alat kelaminnya ( untuk gambar maaf tidak saya tampilkan ). Bentuk arca semacam ini hanya dapat ditemukan di candi Ngawen. Kalaupun ada bentuk arca singa yang mirip,menurut para ahli hanya ada di kuil Matshura jauh di India.

Arca singa di sudut candi ini ternyata tidak hanya berfungsi artistik saja. Fungsi utama arca singa ini justru adalah sebagai lubang pembuangan air hujan yang tergenang di teras candi. Namun pertanyaan yang muncul dari bangunan yang diduga dibuat pada abad ke 8 M adalah; mengapa harus berupa singa jantan yang berdiri dengan menunjukkan alat kelaminnya?

# edisi sejarah#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Telusur jejak history. OK PAK

11 Jul
Balas

Siap Boss!

11 Jul

Wah, bagus juga, Pak Agus. Semoga kapan-kapan saya bisa ke sana.

11 Jul
Balas

Siap memandu, pak Edi!

11 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali